Kamis, 15 November 2012

Muharam yang Baru



Kawan, hari ini tahun baru datang lagi
Ingatkah kau pada kawan lama kita yang dulu, si Muharam !
Muharam yang telah menjadi baru..

Jumat, 19 Oktober 2012

Aku ingin menjadi Aku-Mu




Aku tak lagi aku
Seperti ujung September-Mu ini,
September yang tak lagi September, begitu kering !
Aku tersadar, ruh itu telah hilang,
Menjauh bersama kebisingan dunia yang fana...

Jumat, 12 Oktober 2012

Surat Terbuka untuk Pak Kades






Hari itu adalah hari jumat diminggu ke 4 Bulan Agustus atau minggu terakhir masa liburan semester genapku. Inisiatif tulisan ini muncul ketika aku berjumpa dengan Anda pada majelis yang sama, Sholat Jumat di masjid Sabilul Falah (Selanegara). Aku masih ingat, Anda duduk persis di sebelahku. Aku mengenal Anda sebagai seorang Kepala Desa (Kades) Selanegara dan (mungkin Anda tidak mengenal aku sama sekali. Perkara Anda mengenal aku atau tidak, aku tidak peduli. Waktu itu, saat khutbah jumat berlangsung, Anda begitu khidmat memperhatikan sang imam. Buktinya, beberapa kali aku sempat mendengar bisikan-bisikan lirih dari mulut Anda saat  Anda mencoba melanjutkan hadis-hadis yang dibacakan oleh sang imam pada saat khutbah. Sayangnya sikap Anda yang begitu khidmat, tidak diikuti oleh aku yang duduk di samping Anda. Anda tahu, aku terlalu sibuk memeperhatikan Anda. Aku terlalu sibuk berimajinasi tentang apa-apa saja yang telah Anda lakukan pada desa kita. Aku terlalu sibuk memutar memori tentang keluhan-keluhan warga di desa kita, Desa Selanegara. Keluhan-keluhan tentang keadaan desa, tentang pembangunan desa, tentang model kepemimpinan Anda.  Akhirnya semua imajinasi  terhenti saat sang bilal menyerukan ikomah. Sidang jumat hari ini begitu cepat batinku. Aku, Anda, beserta  jamaah lain pun bergegas melaksanakan sholat jumat. Seusai sholat jum’at, akhirnya aku tulis intisari dari ini semua, sebuah surat terbuka untuk Anda, Pak Kades. Begini.....

Minggu, 03 Juni 2012

Kau dan Aku



Akhirnya, kita semua, kau dan aku akan tiba pada suatu hari yang pada suatu ketika telah lama kita ketahui bersama, kau dan aku terlahir.... !!

Minggu, 20 Mei 2012

Rindu di tepi Serayu



Tepimu selalu seperti dulu waktu aku berkunjung pagi itu
Kabut tipis di ujung tepi itu selalu terlihat menawan
Embun pagi penghias semak pun tampil perkasa
Membawa pagi syahdu kabur dari malamnya
Membawa pagi sendu mengendap dari rembulan malam yang malas
Lalu menguap bersama aroma rindu yang senyap

Minggu, 25 Maret 2012

Bahasa Kromo, Nasibmu Kini


"Ajining diri gumanthung soko lathi... "



 Di zaman yang serba modern ini, segalanya berkembang. Ilmu pengetahuan berkembang, teknologi juga berkembang. Anda tahu, angka kriminalitas juga meningkat, seks bebas meningkat, akses data porno di internet meningkat, korupsi meningkat, dst. Ah, saya yakin, anda pun sama dengan saya, jera mendengar berita-berita membosankan tersebut. Suatu ketika saya mencoba beralih ke acara humor, awalnya saya menikmati, lambat laun acara komedi kita pun membosankan. Kenapa tidak memilih sinetron saja ? ah, sinetron kita hanya akan mengajarkan kita bagaimana cara menangis secara baik dan benar. Namun, dibalik itu semua, ada hal lain yang patut kita tangisi selain efek negative dari perkembangan zaman tersebut. Anda tahu apa itu ? Saya kira masalah merosotnya pengetahuan tentang warisan budaya nasional generasi muda saat ini adalah masalah yang sama seriusnya dengan masalah gadis belia yang hamil di luar nikah,  atau kasus siswa kelas 5 SD yang hampir membunuh teman 1 kelasnya karena masalah dendam.

Rabu, 14 Maret 2012

Bukuku Berbisik



Beberapa minggu yang  lalu, aku sempat menggebu-gebu ingin segera memposting beberapa tulisan  dalam coretan dinding ini. Ah.. sayang, konsepan yang sudah matang  itu tertinggal di kampung halaman. Terpaksa aku harus menunda beberapa  postingan. Tak apalah, aku harus mengorbankan beberapa waktu untuk menyusunnya kembali.  Tapi, akhir2 ini, ketika jari-jari ini mule menulis beberapa kata, selalu saja terhenti. Bukan untuk beberapa saat, cukup lama. Bahkan sekedar untu memulainya pun terlalu sukar.  Ah, entahlah.. mungkin aku sedang malas. Writer’s blok istilahnya. Menghadapi situasi ( malas ) semacam ini, aku selalu mempunyai obat mujarab. Jika aku mengadapi situasi semacam ini, aku akan membuka buku pribadi. Buku kehidupan, berisi bermacam-macam tulisan. Diary ya ? ah, aku tidak suka menyebut buku kehidupanku ini dengan sebutan diary. Terlalu cengeng.