Jumat, 30 Oktober 2015

Spasiku - Spasimu




Kau tahu kan arti spasi dalam sebuah sajak atau puisi?
Ia lahir memberi ruh pada setiap bait-bait puisi..
Ia sama pentingnya seperti jarak, pada dua hati yang saling merindu....

Kau tahu kan arti jarak pada sebuah rindu?
Seanggun apapun rindu terpahat pada hati, ia takkan bermakna tanpa sebuah jarak..
Seindah apapun huruf terukir pada puisi, ia takkan bermakna tanpa sebuah spasi..


Saat rindu tak lagi bertepi, spasiku (juga spasimu) akan berdiri gontai, lalu bermetamorfosa melahirkan basa-basi  dalam tanya :
“Kau, gimana kabar?”
“Aku merah muda, kau?”
“Aku biru, biru sekali.”
Begitulah, saat ada hal lain yang gentar untuk diungkapkan, tanya jawab kaku menjadi solusi..
Aku tahu kau membohongiku, kau pun tahu aku membohongimu,
Kau dan aku tak pernah jujur dengan warna sejati, mengapa ?
Diantara dua hati yg merindu, bukankah menampilkan cerah (yang tak sejati) lebih baik daripada menampilkan awan yang muram ?

Yang perlu kau tahu, spasi bukanlah sebuah akhir layaknya titik, ia adalah ruang kosong tak berinci yang amat berarti..
Di situlah aku dan kau berdiri saling diam, menjaga jarak dalam keheningan yang khusyuk..
Spasi adalah seni agar jarak diantara kita tetap berdenyut dalam imajinasi penuh euforia, imajinasi saling cemburu, saling rindu, saling gelisah, dan saling silang lainnya...
Ah, biarlah spasiku dan spasimu menjadi penjinak atas segalanya, 
Dan biarlah pula basa-basi dalam tanya selalu menjadi solusi.. -meski selalu berakhir dalam kekakuan-

Biarlah spasiku dan spasimu tetap terpelihara seperti ini adanya, berdiri kokoh dalam jiwa yang diam, namun hati tersenyum saling mengagumi... (*)

*) Tangerang, 30 Oktober 2015

2 komentar:

  1. cieeeee akhirnya Mansyah nulis lagi, akhirnya~
    kita.. iya "KITA" syah..
    wakakakakakakakak ✌

    BalasHapus
  2. udah setahun lebih laras, udah usang sekali ini blog..

    ibuk, gimana kabar ?? #eh

    BalasHapus